Istilah Dalam Ilmu Nahwu Shorof Yang Harus Diketahui

Ilmu shorof (tashrif) adalah salah satu ilmu selain ilmu nahwu di dalam mempelajari bahasa Arab. Nahwu dan sharaf adalah ilmu yang saling melengkapi.

Ilmu shorof adalah ilmu yang intinya adalah mempelajari bentuk kata dan pola-pola kata, timbangan (wazan), perubahan bentuk kata, dan seterusnya.

Dalam bahasa Inggris, kita bisa namakan ilmu ini adalah Arabic Morphology.

Untuk menguasai ilmu shorof dan nahwu, pemula harus mengetahui arti dan definisi dari istilah-istilah dalam ilmu shorof dan istilah-istilah dalam ilmu nahwu (pelajaran bahasa Arab dasar).

Di bawah ini, kamu dapat mengetahui daftar istilah dalam pelajaran Bahasa Arab dan maknanya.

Daftar istilah-istilah dalam pelajaran Bahasa Arab

Daftar istilah dalam pelajaran bahasa Arab tidak saya tulis berurutan, sebab saya menulis istilah yang pertama kali saya temukan dalam catatan/buku saya itulah yang saya tulis di sini dan seterusnya.

Jadi jika ingin mencari istilah dalam ilmu nahwu dan sharaf, silakan menggunakan fasilitas pencarian (search box) yang ada di blog ini. 

- فتحة (fat-hah) = salah satu tanda harakat yang berbunyi "a"

- ضمة (dhammah) = salah satu tanda harakat yang berbunyi "u"

- كسرة  (kasrah) = salah satu tanda harakat yang berbunyi "i"

- سكون / جزم (sukun/jazm) = tanda sukun 

- مفتوح = huruf yang mempunyai tanda fathah

- مضموم = huruf yang mempunyai tanda dhammah

- مكسور = huruf yang mempunyai tanda kasrah

- مجزوم (majzuum) = huruf/kata yang mempunyai tanda sukun atau jazm.

- مرفوع (marfuu') = kata yang i'rabnya rafa.

- منصوب (manshuub) = kata yang i'rabnya nashab.

- مجرور (majrur) = kata yang i'rabnya khafad/jar.

Catatan:
Mengenai i'rab marfu', manshub, dan majrur terutama yang ismun (kata benda), sudah ada catatan pelajarannya di :


- فا ء الكلمة (fa alkalimah) = huruf pertama dari kata dasar/acuan pada sebuah kata di dalam bahasa Arab.

- عين الكلمة ('ain alkalimah) = huruf kedua dari kata dasar/acuan pada sebuah kata di dalam bahasa arab.

- لام الكلمة (lam alkalimah) = huruf ketiga dari kata acuan di dalam bahasa arab.

Catatan:
Kata yang menjadi acuan (terutama dengan perubahan kata kerja) adalah fa'ala = فَعَلَ
Sehingga huruf pertama fa (ف ), huruf kedua 'ain (ع ), huruf ketiga lam (ل ) .

Contoh = كَتَبَ (kataba).

wazan timbangan shorof kata kerja dalam bahasa arab

Untuk kata kerja kataba, maka faul kalimah nya adalah kaf (ك), 'ainul kalimahnya adalah ta (ت), sedangkan lamul kalimahnya adalah ba (ب).

- كلمة (kalimah) = kata/word.

- جملة (jumlah) = kalimat/sentence.

- حرف (harf) = huruf.

- إسم (ism) = kata benda/noun.

- فعل (fi'l) = kata kerja/verb.

- الماضي (al-maadhi) = menunjukkan kejadian pada waktu lampau/telah terjadi (past tense/perfect tense).

- المضارع (al-mudhaari') = menunjukkan kejadian yang sedang terjadi dan/atau yang akan terjadi (imperfect tense).

- الأمر (al-amr) = perintah (fi'il amr berarti 

- فعل الازم (fi'l laazim) = kata kerja yang tidak memerlukan objek (kata kerja intransitive).

- فعل المتعدي (fi'il muta'addi) = kata kerja yang memerlukan objek (kata kerja (transitive).

- إثبات (itsbaat) = positif.

- نفي (nafii) = negatif.

- فعل معلوم/فعل معروف (fi'l ma'luum/fi'l ma'ruuf) = kalimat aktif (pelaku diketahui).

- فعل مجهول (fi'l majhuul) = kalimat pasif (pelaku tidak diketahui/menggunakan kata kerja bentuk pasif yang biasanya diucapkan ketika pelaku tidak disebutkan)

- ثلاثي (tsulaatsi) = triliteral/tiga huruf/kata yang terdiri dari tiga huruf dasar.
Fi'l ats-tsulaatsi = fi'il yang terdiri dari tiga huruf, contoh: نَصَرَ (nashara=menolong), hurufnya terdiri dari huruf nun, shad, ra.

- رباعي (rubaa'i)= quadriliteral/empat huruf pembentuk kata.
Fi'l rubaa'i = fi'il yang terdiri dari empat huruf, contoh بَعْثَرَ (ba'tsara = menabur/mengacaukan), hurufnya terdiri dari huruf ba, 'ain, tsa, ra.

- مجرد (mujarrad) = kata yang berisi hanya tiga huruf (tanpa huruf tambahan).

- مزيد فيه (maziid fiih) = kata yang berisi huruf pembentuk kata ditambah dengan huruf tambahan.

catatan:
a. Fi'l tsulaatsi mujarrad = fi'il (al-maadhi) yang dibentuk hanya tiga huruf.
b. Fi'l tsulaatsi maazid fiih = fi'il (al-maadi) yang dibentuk dari tiga huruf plus huruf tambahan.
c. Fi'il rubaa'i mujarrad = fi'il (madhi) yang dibentuk dari empat huruf saja.
d. Fi'l rubaa'i maazid fiih = sama seperti poin c hanya saja ditambah dengan huruf tambahan.

- مصدر (mashdar) = verbal noun/kata kerja yang dibendakan dalam artian tidak terikat dengan waktu kejadian atau free of tense.
Contoh:

fi'l = نَصَرَ = nashara = menolong (telah menolong/waktu lampau/past tense).
mashdar = نَصْرٌ = nashrun = pertolongan/kemenangan.
Dari kata kerja menolong menjadi kata benda yaitu pertolongan. 

- مشتق (musytaq) = derivative (kata benda yang merupakan turunan/kata turunan dari kata kerja)
Contoh:

نَصَرَ (kata kerja), turunannya adalah نَاصِرٌ (naashirun = orang yang menolong/penolong).

- جامد (jaamid) = kata-kata selain mashdar dan selain musytaq, artinya kata benda (isim) yang tidak terbentuk dari kata lain.

- صيغة (shighah) = bentuk kata.
Catatan:
Bentuk kata tersebut terdiri dari:

a. فعل ماض (fi'l maadhi)
b. فعل مضارع (fi'lul mudhaari')
c. إسم مصدر (ismu mashdarin/isim mashdar)
d. إسم فاعل (ismu faa'il/isim fa'il = kata benda yang jabatannya sebagai subjek/pelaku perbuatan)
e. إسم مفعول (ismu maf'uulin/isim maf'ul = kata benda yang jabatannya sebagai objek)
f. فعل أمر (fi'lu amrin/fi'l amr = kata kerja bentuk perintah)
g. فعل نهي (fi'lu nahyin/fi'il nahyi = kata kerja bentuk larangan)
h. إسم زمن (isim zaman = keterangan waktu)
i. إسم مكان (isim makaan = keterangan tempat)
j. إسم الة (isim alat).

Jadi terdapat 9 sighah atau sembilan bentuk kata dalam bahasa arab (bukan sepuluh, karena isim zaman dan isim makaan sama bentuknya sehingga dijadikan satu bentuk).

- المفرد (al-mufrad) = kata dalam bentuk tunggal/singular.

- المثنى (al-mutsanna) = kata dalam bentuk dual/dua.

- الجمع (al-jam'u) = kata dalam bentuk jamak/jama'.
Catatan:

Ada dua bentuk jamak, yaitu:

a. الجمع السالم (jamak salim) = jamak yang selamat/jamak yang kata dasarnya tidak berubah jika kata itu dalam bentuk jamak. Hanya ditambah huruf waw dan nun.
Contoh: mufrad مُسْلِمٌ (muslimun) , jamaknya adalah  مُسْلِمُوْنَ (muslimuuna).

b. الجمع المكسر (jamak mukassar/jamak taksiir) = jamak yang berubah bentuk dari kata mufrad/tunggalnya.
Contoh: mufrad وَلَدٌ (waladun), jamaknya adalah أَوْلاَدٌ (aulaadun).

- شبه الجملة (syibhul jumlah) = frasa atau yang menyerupai kalimat (beberapa kata yang terangkai yang menyerupai kalimat).
Contoh syibhul jumlah = فِي البَيْتِ = fil baiti = di rumah.
jar wa majrur ini dinamakan syibhul jumlah atau frasa.

- مبنيّ (mabniyyun/mabni) = adalah kata yang tetap atau tidak berubah harakatnya (walaupun ada huruf jar di depannya atau jabatannya pada kalimat berubah).
Contoh mabni adalah dhamir = هو , هما , dst.
Huwa, huma, hum, dst itu harakat pada huruf terakhirnya tidak pernah berubah alias tetap. Jadi tidak akan pernah jadi huwi atau huwu misalnya, dia tetap huwa.


Penutup

Saya akan menambahkan istilah-istilah dalam ilmu nahwu dan sharaf (pelajaran bahasa Arab), jika saya menemukan istilah baru, in syaa Allah akan saya tambah di dalam page ini. 


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Istilah Dalam Ilmu Nahwu Shorof Yang Harus Diketahui